METRUM.ID – Bagi para penggemar sepak bola, nama Muhammad Kasim Botan sudah pasti tak asing lagi. Pemain bernomor punggung 77 ini bukan hanya sosok penting di lini serang Persebaya Surabaya di BRI Liga 1, tetapi juga seorang pengusaha muda dengan visi besar. Lewat brand ALKAS, Kasim mencoba menciptakan warisan baru di luar lapangan, berbekal tekad dan rasa cinta pada keluarga serta tanah kelahirannya, Adonara, Flores Timur NTT.
Dari Lapangan Desa ke Stadion Penuh Sorak
Kasim memulai perjalanannya dari desa kecil di Adonara, menembus kerasnya persaingan sepak bola nasional hingga kini menjadi gelandang serang andalan Persebaya. Dengan gaya bermain agresif, kemampuan menciptakan peluang, serta kecepatan yang mematikan, ia kerap menjadi momok bagi lini pertahanan lawan. Namun, di balik ketangguhannya di lapangan, Kasim menyadari betapa pentingnya membangun fondasi masa depan di luar sepak bola.
“Sepak bola itu indah, tapi ada batasnya. Kita tidak akan selalu kuat berlari dan bertarung di lapangan. Saya ingin memastikan keluarga saya tetap memiliki masa depan yang baik, itulah alasan utama saya membangun ALKAS,” ungkapnya dalam wawancara eksklusif dengan Metrum.id via WhatsApp pada pukul 19.30 WITA.
Menghormati Warisan Keluarga Lewat ALKAS
Brand ALKAS bukan sekadar usaha biasa. Nama ini adalah singkatan dari nama kedua orang tua Kasim, Abdullah Kasim Surana, sebagai penghormatan untuk mengenang almarhum ayahnya. “Nama ini bukan hanya bisnis, tapi juga cara saya mengenang jasa kedua orang tua saya. Sebuah pengingat bahwa setiap langkah saya tak lepas dari doa dan dukungan mereka,” jelasnya.
Lebih dari Sekadar Bisnis, Ini Soal Misi Ekonomi Keluarga
Bagi Kasim, ALKAS bukan sekadar upaya untuk meraup keuntungan. Usaha ini adalah salah satu cara untuk memastikan stabilitas ekonomi keluarga, membiayai pendidikan adik-adiknya, dan mempersiapkan masa depan yang lebih cerah. “Saya sadar tidak selamanya akan terus bermain bola. Ini cara saya mempersiapkan diri dan keluarga untuk masa depan,” tambahnya.
Jersey Berkualitas dengan Harga Terjangkau
ALKAS saat ini fokus pada produksi jersey, melayani berbagai komunitas dan tim olahraga. Dengan kualitas yang tetap terjaga dan harga yang terjangkau, Kasim berharap bisa memperkenalkan brandnya ke lebih banyak orang. “Desain bebas kami terima, karena untuk saat ini, tujuan utama kami bukan keuntungan, tetapi memperkenalkan brand kami,” ungkapnya penuh semangat.
Berbasis di Surabaya, ALKAS tak hanya menjadi bukti semangat wirausaha seorang atlet, tetapi juga bentuk cinta pada kampung halaman. Kasim berharap usahanya ini bisa menjadi inspirasi bagi para pemuda Flores Timur untuk berani bermimpi dan berjuang menggapai cita-cita.
Tantangan Awal dan Harapan untuk Masa Depan
Memulai usaha memang tak mudah. Dari mempersiapkan peralatan hingga membangun jaringan pemasaran, semua dilakukannya dengan penuh keyakinan meski memakan waktu hingga tiga bulan. “Ini masih langkah awal, jadi mungkin pelanggan masih terbatas, tetapi itu adalah bagian dari proses,” ujarnya optimis.
Di akhir wawancara, Kasim tak lupa menitipkan pesan untuk generasi muda di kampung halamannya. “Saya sangat bangga melihat sepak bola Flores Timur yang kini semakin berkembang. Untuk masyarakat Flores Timur, kami mohon dukungannya untuk para generasi muda yang memiliki bakat di sepak bola. Berani keluar, karena kita bisa bersaing, hanya saja seringkali kesempatan yang kurang,” pungkasnya.
Dengan semangat yang sama seperti saat berjuang di lapangan, Muhammad Kasim Botan kini melangkah lebih jauh, membangun masa depan yang lebih baik untuk keluarganya dan komunitasnya melalui ALKAS.***












