HIBURAN

Euforia Peringatan Hari Wayang Nasional Pertama di Tasikmalaya

×

Euforia Peringatan Hari Wayang Nasional Pertama di Tasikmalaya

Sebarkan artikel ini

TASIKMALAYA — Untuk pertama kalinya, Hari Wayang Nasional diperingati di Kota Tasikmalaya dan Priangan Timur sejak ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 30 Tahun 2018, digelar oleh Padepokan Seni Giri Hurip bekerjasama dengan Kopi Siloka, Sabtu (15/11/2025) di Kopi Siloka Lab, Kota Tasikmalaya.

Peringatan Hari Wayang Nasional bertema Pasamoan Karya ini menampilkan sejumlah pertunjukan seni tradisional dan gunem catur atau talkshow bertema “Kamekaran Padalangan & Karawitan di Tasikmalaya”.

Narasumber dari gunem catur tersebut ialah praktisi padalangan Ki Dalang Ridwan Tjahyo Lili Adi Sunarya, praktisi karawitan Andri Candiaman, dan budayawan Ashmansyah Timutiah, dimoderatori founder Ruang Tengah Indonesia Nurhalimah.

Sementara pertunjukan seni diisi oleh Lingkung Seni Kirana Sarimbit, Padepokan Gadjah Putih, Sakseni SMPN 1 Cisayong, Sabda Pangrumat, Putu Giri Kancana Wangi Ki Dalang Anom Rikzy Ridwan Tjahyo Lili Adi Sunarya, dan dalang cilik M. Aqsha Mursyidan Usman.

“Ini adalah kali pertama terselenggara peringatan Hari Wayang Nasional di Tasikmalaya dan Priangan Timur, sehingga momentum ini sangat penting bagi masyarakat,” kata Cevi Whiesa, Ketua Padepokan Seni Giri Hurip sekaligus ketua pelaksana acara.

“Kegiatan ini pun sepenuhnya hasil kolaborasi, dari kelompok kami, Kopi Siloka, dan Pepadi Kabupaten Tasikmalaya. Jadi ini memang udunan kekaryaan,” ujar budayawan muda itu.

Sementara itu, Wakil Walikota Tasikmalaya Diky Chandra yang turut hadir mengaku sangat mengapresiasi acara tersebut. Diky menyebut wayang golek bukan hal yang asing baginya, sebab dirinya sudah sejak lama turut memberikan kontribusi terhadap perkembangan wayang golek.

“Dulu saya terlibat dalam produksi Asep Show bersama Asep Sunandar, lalu menyutradarai Bukan Sekedar Wayang bersama Sule, makanya saya sangat apresiasi sekali dengan hadirnya gerakan dari para dalang di Kota Tasikmalaya ini,” katanya.

Cevi menyebut, rencananya Pasamoan Karya ini akan menjadi agenda tahunan kelompoknya dalam memperingati Hari Wayang Nasional.

“Semoga ini bisa rutin kita gelar setiap tahun, sekarang di kota, tahun besok kita geser ke kabupaten agar jangkauannya lebih luas dan bisa dirasakan lebih banyak masyarakat,” tukasnya.