WARTA

Hari Raya dengan Suasana yang Berbeda

×

Hari Raya dengan Suasana yang Berbeda

Sebarkan artikel ini
Suasana sholat ied di lapangan Pimpinan Ranting Muhammadiyah Pojok, Kadungora Garut

Hari Raya dengan Suasana yang Berbeda

Garut, 19 Maret 2026 — Takbir berkumandang di mana-mana. Namun, semangat malam takbiran kali ini berbeda. Aku hanya memandangi langit malam sambil berbisik, “Aa, iraha uih?” Air mata pun jatuh tanpa terasa.

Tak lama kemudian, teman-teman mengajakku bermain PS. Malam itu pun kuhabiskan bersama mereka, sejenak mengalihkan rasa rindu.

Garut, 20 Maret 2026 — Hari Raya tiba dengan suasana yang berbeda. Rumah terasa sepi karena keluarga belum lengkap. Kedua kakakku masih berada di luar negeri, dan sudah lebih dari setahun belum pulang untuk merayakan Idulfitri bersama.

Tahun ini, tidak ada sesi foto keluarga. Aku bahkan tidak sempat mengambil foto bersama kedua orang tuaku. Setelah salat Id, aku memilih berdiam diri di kamar. Kebetulan, pagi itu aku bertugas sebagai tim dokumentasi.

Libur Lebaran kuhabiskan di depan layar laptop, melihat foto-foto yang kuambil pagi tadi. Rasa rindu kembali datang, hingga air mata tak terbendung. Setelah lelah menangis, aku memutuskan untuk beristirahat.

Saat sore tiba, suasana rumah masih terasa sunyi. Dalam hati, aku berharap Idulfitri tahun depan Allah mengizinkanku merayakannya bersama keluarga yang lengkap.