WARTA

Suasana Hangat di Hari Perayaan Idul Fitri di Kalijati, Warga Padati Masjid hingga Lakukan Ziarah Kubur

×

Suasana Hangat di Hari Perayaan Idul Fitri di Kalijati, Warga Padati Masjid hingga Lakukan Ziarah Kubur

Sebarkan artikel ini

Kalijati, 21 Maret 2026
“Lebaran Penuh Khidmat dan Kebersamaan di Desa Cibodas”

Perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah di wilayah Desa Cibodas, Kecamatan Kalijati, Kabupaten Subang berlangsung dengan khidmat dan penuh kehangatan. Sejak malam takbiran, gema takbir berkumandang di seluruh penjuru desa, menciptakan suasana religius yang khas dan menyentuh hati masyarakat.

Memasuki pagi hari, warga mulai berdatangan ke masjid dan lapangan untuk melaksanakan salat Idul Fitri berjamaah. Dengan mengenakan pakaian terbaik, masyarakat berjalan kaki maupun menggunakan kendaraan menuju tempat ibadah, menciptakan pemandangan yang sarat akan nilai kebersamaan dan kekeluargaan.

Pelaksanaan salat Id berlangsung tertib dan lancar. Dalam khutbahnya, khatib mengajak jamaah untuk menjadikan momentum Idul Fitri sebagai sarana memperbaiki diri, mempererat silaturahmi, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut menjadi inti dari perayaan hari kemenangan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.

Kegiatan seusai Shalat

Usai pelaksanaan salat Id, tradisi saling memaafkan antarwarga menjadi pemandangan yang begitu syahdu. Warga saling bersalaman dengan keluarga, tetangga, dan kerabat yang jarang mereka temui. Suasana haru dan bahagia tampak jelas, terutama ketika anggota keluarga yang lama tidak bertemu akhirnya dapat berkumpul kembali dalam momen istimewa ini.

Selain itu, masyarakat Desa Cibodas juga memanfaatkan momen hari raya untuk bersilaturahmi ke rumah para sesepuh desa. Tradisi ini menjadi bentuk penghormatan kepada tokoh masyarakat sekaligus mempererat hubungan antargenerasi.

Warga biasanya mengisi kunjungan tersebut dengan doa bersama serta obrolan hangat yang memperkuat ikatan sosial di lingkungan desa.

Selain itu, warga menjadikan tradisi ziarah kubur atau “nyekar” sebagai bagian penting dari rangkaian perayaan. Sejak pagi hingga siang hari, para peziarah memadati sejumlah area pemakaman di wilayah Kalijati.

Warga datang untuk mendoakan orang tua dan keluarga yang telah wafat, sekaligus membersihkan makam dan menaburkan bunga sebagai bentuk penghormatan.

Aktivitas ini turut meningkatkan mobilitas masyarakat di sekitar area pemakaman. Meski demikian, suasana tetap berjalan dengan tertib dan kondusif. Warga saling menjaga kenyamanan serta kebersihan lingkungan selama berziarah.

Di sisi lain, perayaan Idul Fitri tahun ini juga menyisakan nuansa haru bagi sebagian masyarakat. Tidak semua keluarga dapat berkumpul secara lengkap, baik karena anggota keluarga yang merantau belum dapat pulang kampung maupun karena ada kerabat yang telah lebih dahulu berpulang. Kondisi ini membuat suasana Lebaran terasa berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Meski demikian, semangat kebersamaan, saling memaafkan, dan kepedulian tetap menjadi inti dari perayaan hari raya. Bagi masyarakat Desa Cibodas, Idul Fitri bukan sekadar perayaan, melainkan juga momen untuk memperkuat hubungan sosial, mengenang yang telah tiada, serta menumbuhkan harapan baru untuk kehidupan yang lebih baik ke depannya.