PENDIDIKANWARTA

Lakukan Pengabdian Masyarakat, Dosen UNIRA Manfaatkan Abu Batu dalam Pembuatan Buis Beton

×

Lakukan Pengabdian Masyarakat, Dosen UNIRA Manfaatkan Abu Batu dalam Pembuatan Buis Beton

Sebarkan artikel ini

Metrum.id, Madura – Fairus Zabadi, ST. MT Dosen Program Studi Teknik Sipil Universitas Madura (UNIRA) beserta ketiga rekannya yang merupakan mahasiswa aktif Prodi Teknik Sipil UNIRA sedang melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat dalam memanfaatkan Abu Batu dengan Penambahan Cairan Blesston untuk pembuatan Buis Beton.

Pada tanggal 10 November 2025, Fairus beserta ketiga anggota mahasiswanya Amrozi Amrullah, Khifzi Fuadi Ahsan dan Agus Ilham Ramadhani bekerja sama dengan Bapak Abdurrahman di Desa Bettet Kabupaten Pamekasan untuk membuat Buis beton dengan memanfaatkan abu batu. Hal ini merupakan ide cemerlang dengan kombinasi cairan Blesston.

Hal itu ia lakukan dalam rangka Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dengan mengangkat tema pembuatan buis beton. Bapak Abdurrahman (48 tahun) selaku pemilik usaha pembuatan bahan bangunan untuk kontruksi adalah seorang warga desa Bettet Kabupaten Pamekasan. Buis beton merupakan salah satu produk yang dihasilkannya, yang relatif banyak digunakan karena bahannya mudah didapatkan dan harganya yang terjangkau. Harga buis beton tergantung dari diameter dan ukurannya, sesuai dengan permintaan dari masyarakat.

Permintaan buis beton yang dikelola oleh Bapak Abdurrahman ini memproduksi 2 hari sekali dalam jumlah 10 sampai 15 buis beton dari jam 07.00 WIB sampai jam 16.30 WIB. Setiap minggu permintaan buis beton di tempat Bapak Abdurrahman di angka stagnan. Hal ini dikarenakan kebutuhan buis beton dan permintaan pasar untuk pembuatan sumur gali tidak terlalu banyak peminatnya. Buis beton merupakan suatu bahan konstruksi yang terbuat dari semen, agrerat halus (Abu Batu), dan air yang digunakan untuk sumur gali atau saluran pembuangan.

Berdasarkan hasil konsultasi serta wawancara yang telah Fairus dan tim lakukan, ada beberapa komposisi yang digunakan dalam pembuatan buis beton. Semakin banyak campuran semen dan bahan tambah cairan blesston yang digunakan, buis beton yang dihasilkan semakin kuat dan baik. Untuk membuat beton yang memiliki kualitas yang baik, membutuhkan campuran semen portland supaya buis beton semakin padat dan memiliki kuat tekan yang tinggi.

Dosen UNIRA itu menyatakan bahwa berdasarkan observasi dan diskusi langsung dengan mitranya, didapatkan beberapa permasalahan yang dihadapi Bapak Abdurrahman, pemilik usaha buis beton itu bertekad akan mengembangkan usahanya lebih baik lagi dengan menggunakan abu batu sebagai pengganti pasir dikombinasi dengan cairan blesston sebagai penguat dalam pembuatan buis beton.

Seperti paparan Fairus dan tim, analisisnya menghasilkan beberapa rumusan masalah, yaitu:

1. Produk buis beton mudah retak dan pecah jika dalam proses gelinding.

2. Pengetahuan mitra yang terbatas terkait penggunaan abu batu sebagai pengganti pasir dan bahan tambah cairan blesston sebagai penguat dalam pembuatan buis beton.

3. Produksi buis beton 2 hari sekali, hal ini dikarenakan proses tempat produksi pembuatan buis beton kurang memadai.

4. Permintaan masyarakat terhadap buis beton masih stagnan, karena sedikitnya warga sekitar yang menggunakan sumur gali.

Langkah-langkah dalam pembuatan buis beton antara lain:

1. Siapkan cetakan buis beton dengan ukuran diameter yang sesuai perencanaan Anda. Letakkan cetakan tersebut di area kerja yang bersih dan terbuka. Jangan lupa untuk memberikan alas di bawahnya agar kualitas buis beton yang dicetak nantinya memiliki mutu yang tinggi. Setelah itu, oleskan oli bekas ke seluruh permukaan bagian dalam cetakan tersebut sehingga buis beton yang sudah tercetak dapat dilepaskan dengan mudah.

2. Pada dasarnya, bahan baku yang dipakai untuk membuat buis beton mirip seperti batako. Anda membutuhkan semen dan pasir dengan perbandingan 1:6. Pasir yang digunakan harus memiliki ukuran yang sangat halus dengan ukuran maksimal 5 mm. Tambahkan limbah serbuk keramik sebagai campuran agregat halus pada pembuatan buis beton. Setelah tercampur secara merata, kedua bahan ini lantas dikentalkan menggunakan air secukupnya lalu diaduk kembali sampai benar-benar merata.

3. Adukan beton yang sudah terbentuk kemudian dimasukkan ke dalam cetakan gorong-gorong. Masukkan adukan ini secara perlahan-lahan ke dalam cetakan. Pastikan kapasitas ruangan di dalam cetakan terisi penuh sehingga buis beton yang dihasilkan nantinya memiliki struktur yang padat serta tidak mudah pecah. Ulangi langkah ini sampai seluruh adukan beton yang telah dibuat sudah masuk ke dalam cetakan. Selanjutnya biarkan adukan beton di cetakan tersebut selama 15-30 menit supaya mengering.

4. Proses pengeringan adukan untuk pembuatan buis beton paling baik dilakukan secara alami dengan mengangin-anginkannya saja. Apabila proses ini dilaksanakan di bawah sinar matahari yang begitu panas maka akan membuat proses pengeringannya terjadi secara mendadak dan tidak merata. Akibatnya buis beton yang dihasilkan pun mempunyai struktur yang pecah-pecah.

5. Setelah waktu tunggu sekitar 15-30 menit berlalu, Anda bisa mengeluarkan hasil cetakan tersebut. Hati-hati saat mengerjakan proses ini sebab kondisi buis beton tadi masih setengah kering sehingga rawan mengalami kerusakan. Setelah berhasil dikeluarkan dari cetakannya, buis beton yang masih setengah basah ini dikeringkan kembali dengan mengangin-anginkannya selama 3-5 hari sehingga kering sempurna. Barulah kemudian buis beton buatan Anda tersebut bisa digunakan.

Pemanfaatan abu batu sebagai pengganti pasir dan bahan tambah cairan blesston sebagai penguat dalam pembuatan buis beton, menurut Fairus belum pernah dilakukan di universitas madura. Ia memiliki ide ini karena tertarik terhadap pembuatan buis beton yang manfaatnya bisa dirasakan oleh khalayak ramai.