Demplot yang dibangun menjadi bagian dari upaya komunitas dalam mendorong ekonomi lokal melalui pertanian ramah lingkungan
METRUM.ID – Komunitas Obor Hidup Lestari membangun kebun kopi percontohan di Desa Fatuneno, Kabupaten Timor Tengah Utara, sebagai bagian dari upaya memperkuat usaha kopi komunitas seperti Rimba Mutis.
Komunitas ini merupakan kelompok warga yang fokus pada pelestarian lingkungan hidup dan pengembangan ekonomi lokal berbasis pengelolaan hasil hutan bukan kayu.
Demplot yang dibangun—yakni demonstration plot atau kebun percontohan—diharapkan menjadi model awal pengelolaan kopi secara ekologis yang dapat mendukung ekonomi masyarakat di kawasan pedesaan.
Didukung oleh Nusantara Fund dan melibatkan masyarakat setempat, penanaman perdana dilakukan pada 19 Juli dan akan dilanjutkan dalam beberapa hari ke depan.
Partisipasi Warga dalam Pengelolaan Kopi
Komunitas juga membagikan anakan kopi kepada warga sebagai bentuk partisipasi terbuka.
Nusantara Fund, atau Dana Nusantara, merupakan skema pendanaan kolaboratif yang dijalankan oleh tiga organisasi nasional, yaitu Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), dan Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA).
Sejak diluncurkan pada Mei 2023, pendanaan ini diarahkan untuk mendukung komunitas-komunitas lokal dan masyarakat adat dalam memperkuat pengelolaan sumber daya alam secara mandiri dan berkelanjutan.
Demplot Kopi untuk Ekonomi Desa
Penanaman dilakukan di kawasan Kobe, dengan melibatkan warga dari berbagai dusun, perangkat Desa Fatuneno, perwakilan Satgas dari Mako perbatasan RI-RDTL, serta aparat dari Polsek Miomaffo Barat.
Ketua Komunitas Obor Hidup Lestari, Yustina Tafin Kosat menjelaskan, bahwa demplot ini dipersiapkan untuk menjadi ruang belajar bersama tentang budidaya kopi berkelanjutan.
“Dalam jangka panjang, kebun ini diharapkan dapat menunjang kebutuhan bahan baku untuk usaha pengolahan kopi komunitas yang telah dirintis sebelumnya,” katanya.
“Selain mendukung peningkatan produksi, kebun ini juga menjadi sarana untuk memperluas partisipasi warga desa dalam mengelola lahan secara lestari,” tambahnya.
Program ini merupakan salah satu dari empat siklus pendanaan Nusantara Fund yang tengah berjalan.
Pendanaan diakses langsung oleh komunitas dan diarahkan untuk memperkuat kedaulatan masyarakat dalam pengelolaan agraria, sekaligus menjawab tantangan perubahan iklim di tingkat tapak.












