GARUT – Hari Raya Idul Fitri suasana kebersamaan memang dinanti-nantikan oleh setiap anggota keluarga. Ketika suatu keluarga berhasil menjadikan orang orang yang sibuk dengan urusannya untuk berkumpul di suatu bangunan sederhana tapi memancarkan kehangatan di dalam rumah tersebut. Keberhasilan ini menjadikan suatu kebanggaan tersendiri dalam diri seseorang.
Peristiwa ini terjadi di keluarga kecil. Pada saat itu, ketika anak bungsu dari keluarga kecil pulang dari perantauan. Anak terakhir ini melamun di rumah kakak pertama dan berbicara spontan “Kak, bagaimana kalau lebaran kedua kita semua kumpul di rumah kakak kayaknya seru, karena selama ini keluarga kita jarang kumpul.” Setelah itu kakak pertama, menyetujui ide bungsu ini. Di saat Hari Raya Idul Fitri pertama tiba Sabtu (21/03). Ia mengumumkan ke grup keluarga untuk berkumpul di hari Senin (23/03) tempatnya di rumah kakak pertama.
Jadi, pada saat hari H semua anggota keluarga kecil berkumpul secara tidak langsung dari siang hari. Kami membagi bagi tugas karena rencana masak dan makan bareng. Para perempuan mereka mendapatkan tugas memasak dan mengatur makan untuk di acara keluarga. Tetapi yang para pria mereka sibuk dengan tugas beli bahan masakan. Setelah menyelesaikan tugas masing-masing, kami langsung berkumpul, makan bersama, mengobrol hangat, dan saling meminta maaf sebagai tradisi tahunan keluarga. Pada Senin (23/03/2026) Jalan Panarikan, Kabupaten Garut.












