HIBURAN

Gentra Loka Vol 4 Gandeng Karinding Sadulur, Bakal Jadi Panggung Eksklusif Musik Bambu

×

Gentra Loka Vol 4 Gandeng Karinding Sadulur, Bakal Jadi Panggung Eksklusif Musik Bambu

Sebarkan artikel ini
Suasana rapat pematangan Komite Budaya untuk Gentra Loka Vol 4. Foto: Istimewa

METRUM.ID – Komite Budaya Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kota Tasikmalaya (DKKKT) terus menjaga denyut pergerakan kesenian di Tasikmalaya. Pada gelaran Gentra Loka Vol 4 di pertengahan bulan Mei ini, Komite Budaya DKKKT menggandeng grup musik tradisional Karinding Sadulur.

Show Story Karinding Sadulur dipilih menjadi tema besar Gentra Loka Vol 4 yang akan digelar pada Sabtu (23/5/2026) di Kopi Siloka 2, Jalan Brigjend Wasita Kusumah, Indihiang, Kota Tasikmalaya.

Ketua Komite Budaya DKKKT Cevi Whiesa menerangkan, Gentra Loka Vol 4 akan menjadi panggung eksklusif bagi seni karinding. Cevi menyebut, Show Story Karinding Sadulur ini adalah upaya memasifkan panggung seni tradisional di Tasikmalaya sekaligus sebagai bentuk apresiasi bagi Karinding Sadulur yang telah konsisten selama belasan tahun melestarikan seni karinding.

“Karinding Sadulur sangat pantas memiliki panggung eksklusif, mereka telah meregenerasi dengan melahirkan belasan grup karinding di Tasikmalaya dan itu bukan hal yang mudah. Maka DKKKT dengan sekemampuan yang ada hadir sebagai mitra kolaborasi bagi Karinding Sadulur,” ujarnya, Senin (9/5/2026).

“Panggung ini sebagai bentuk apresiasi bagi Karinding Sadulur sekaligus ini upaya kami membawa karinding ke meja-meja yang dilingkari anak muda, mereka perlu tau Tasikmalaya punya karinding,” lanjutnya.

Show Story Karinding Sadulur juga menghadirkan musisi sekaligus budayawan Sunda Man Jasad yang akan membersamai pertunjukan Karinding Sadulur.

Selain itu, ada sejumlah kegiatan lain yang akan digelar yaitu workshop waditra karinding, gunem catur, film dokumenter, dan coaching clinic, yang dapat diikuti secara gratis dan terbuka untuk umum.

Bulan lalu, pada Gentra Loka Vol 4 Komite Budaya DKKKT telah menggelar lokakarya Ngulik Batik Tasik yang diikuti puluhan peserta, Cevi menuturkan setiap bulan pihaknya akan terus berupaya menghadirkan ruang kesenian yang inklusif dan lebih menyentuh masyarakat.

“Kami sedang berupaya menghadirkan kesenian yang tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga apresiator dapat terlibat langsung menjadi bagian dari kesenian itu. Kami rasa dengan seperti itu nilai manfaatnya lebih bertambah,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Gentra Loka Vol 4 Mukshy Arafah Sugandi menuturkan pelaksanaan kegiatan ini melibatkan volunteer yang diisi oleh para mahasiswa, dia menyebut hal itu dilakukan sebagai bentuk inklusifitas guna terjalinnya kolaborasi yang bermuatan edukasi.

“Para volunteer yang menjadi panitia pelaksana Gentra Loka Vol 4 kami libatkan sepenuhnya dari pra-acara, sehingga kegiatan ini dapat menjadi ruang belajar yang asyik bagi mereka, bagaimana proses membuat sebuah event,” kata Mukshy.

Dia pun mengajak masyarakat Tasikmalaya yang memiliki minat dan ketertarikan pada seni karinding untuk mengikuti Workshop Waditra Karinding.

“Workshop ini kami buka untuk umum, tujuannya tidak lain sebagai ruang adaptif berkenaan dengan edukasi seni karinding dan tentunya kegiatan ini sepenuhnya gratis,” pungkasnya.