CEK FAKTA

Kenapa Kasim Botan Berseragam PSIM Yogyakarta? Ini Deretan Fakta di Baliknya

×

Kenapa Kasim Botan Berseragam PSIM Yogyakarta? Ini Deretan Fakta di Baliknya

Sebarkan artikel ini
Resmi! Eks Winger Persebaya Kasim Botan Perkuat PSIM di Liga 1 (Foto : Istimewa)

METRUM.ID Yogyakarta kembali mencuri perhatian dalam geliat bursa transfer jelang musim anyar Liga 1 Indonesia. Klub berjuluk Laskar Mataram ini tidak main-main dalam membangun pondasi skuad untuk menghadapi ketatnya kompetisi kasta tertinggi sepak bola nasional. Setelah mengunci dua amunisi asing—Ze Valente dan Nermin Haljeta—PSIM melanjutkan manuver dengan menyapu lima nama lokal, dan salah satu yang paling mencolok adalah Kasim Botan.

Nama Kasim Botan tentu bukan sembarang rekrutan. Ia adalah sosok winger lincah yang menjadi bagian penting dari perjalanan Persebaya Surabaya menembus posisi keempat klasemen akhir Liga 1 musim lalu. Sebuah pencapaian yang juga menghantarkan Bajul Ijo lolos ke ASEAN Club Championship 2025. Namun pada awal Juni, Kasim bersama sembilan nama lainnya secara resmi dilepas Persebaya, yang diumumkan melalui akun Instagram klub.

Tak butuh waktu lama, PSIM langsung bergerak cepat. Di balik kepastian tersebut, Kasim mengisyaratkan bahwa keputusan pindah ke Yogyakarta bukan sekadar perpindahan klub, melainkan sebuah proses yang telah melalui banyak pertimbangan.

“Ya, alhamdulillah. Awalnya saya mendapatkan tawaran dari pihak manajemen melalui agen saya. Setelah mempertimbangkan banyak hal, akhirnya saya memilih bergabung bersama PSIM,” ungkap Kasim saat dihubungi via WhatsApp oleh redaksi pada Sabtu pagi pukul 09.00 WITA.

Meski baru resmi musim ini, Kasim mengungkap bahwa ketertarikan PSIM terhadap dirinya sebenarnya bukan hal baru. “Tawaran datang langsung dari pihak manajemen melalui agen saya. Sebenarnya, musim sebelumnya juga sempat ada tawaran, namun baru berjodoh di musim ini.”

Kepindahan ini rupanya telah dibicarakan sejak sebelum kompetisi berakhir. Namun keputusan final baru diambil setelah liga rampung. “Komunikasi sudah terjalin sebelum liga selesai, tetapi keputusan baru saya ambil setelah liga berakhir.”

PSIM, menurut Kasim, bukan sekadar klub promosi biasa. Aura sejarah, dukungan publik yang masif, dan kenyamanan kota Yogyakarta menjadi faktor penarik yang kuat. “Ada banyak hal yang menjadi pertimbangan. Pertama, PSIM adalah tim besar, memiliki suporter yang fanatik, kotanya nyaman, dan saya juga ingin mencari jam terbang lebih banyak lagi.”

Di tengah banyaknya tawaran dari klub lain, PSIM ternyata tampil paling konkret. “Iya, sebelumnya memang ada beberapa tim yang menghubungi, tetapi yang paling serius adalah dari manajemen PSIM Yogyakarta.”

Meski belum ada komunikasi langsung dengan pelatih baru PSIM, Kasim menegaskan semua proses sejauh ini dikawal langsung oleh pihak manajemen dan agennya. “Belum ada komunikasi sama sekali sebelumnya, hanya dari manajemen dan agen saya, karena pelatih belum datang ke Indonesia.”

Dukungan keluarga menjadi penguat langkah Kasim di babak baru kariernya. “Keluarga tentunya sangat senang dan selalu mendukung apa pun keputusan yang saya ambil.”

Tak sekadar datang untuk meramaikan skuad, pemain berusia 26 tahun ini menegaskan tekadnya untuk memberikan yang terbaik bagi Laskar Mataram. “Yang jelas, saya ingin berkontribusi lebih untuk PSIM, memberikan permainan terbaik saya, dan membawa tim ini bisa bersaing di papan atas.”

Dan layaknya pemain profesional yang berorientasi pada proses panjang, Kasim menutup dengan harapan sederhana tapi berarti. “Harapannya tentu tetap sehat agar karier saya bisa lebih panjang dan bisa meraih prestasi yang lebih baik lagi di musim ini.”

Dengan tambahan nama-nama potensial seperti Andy Irfan, Riyatno Abiyoso, Andy Setyo, dan Muhammad Iqbal, kehadiran Kasim Botan semakin memperkaya opsi serangan PSIM. Kombinasi pengalaman dan motivasi membuat Laskar Mataram patut diperhitungkan dalam peta persaingan Liga 1 musim depan. Yang menarik untuk dinanti adalah: sejauh mana fanatisme Yogyakarta akan menyatu dengan determinasi seorang Kasim Botan. ***