PENDIDIKAN

Lingkungan Adalah Ibu: Pesan Emosional di Balik Diskusi IMPS Kupang

×

Lingkungan Adalah Ibu: Pesan Emosional di Balik Diskusi IMPS Kupang

Sebarkan artikel ini
Moment foto bersama anggota Ikatan Mahasiswa Pelajar Satarmese setelah selesai kegiatan diskusi bersama Pemateri
Moment foto bersama anggota Ikatan Mahasiswa Pelajar Satarmese setelah selesai kegiatan diskusi bersama Pemateri

METRUM.ID – Ikatan Mahasiswa Pelajar Satarmese (IMPS) Kupang menggelar diskusi perdana bertema “Negara dalam Bayang-Bayang Kerusakan Lingkungan Hidup” di Moza Cafe & Gallery, Penfui Tim, Kec Kupang Tengah, Kab Kupang, NTT.

Acara yang berlangsung pada (13/12/2025) yang dimulai pukul 19.00 WITA hingga selesai ini menghadirkan Fr. Smith Saputra, SVD sebagai pemateri, dengan Ronald Suwardi sebagai moderator.

Kegiatan disuksi ini dihadiri oleh anggota-anggota aktif (IMPS) Kupang dan Rekan organisasi kepemudaan yang berasal dari Manggarai, dimana semua ikut berpartisipasi aktif dalam menyampaikan pertanyaan serta pernyataan terkait dengan isu lingkunggan saat ini.

Mahasiswa Harus Hidup dalam Iklim Akademis

“Tidak ada yang lebih istimewa bagi mahasiswa ketika ia mampu membeturkan pikirannya dalam forum-forum diskusi seperti ini,” ujar salah satu pengurus (IMPS). Menurutnya, kegiatan diskusi adalah momentum yang berangkat dari refleksi bahwa mahasiswa harus selalu hidup dalam nuansa iklim akademis yang hangat dan dituntun dengan nalar kritis yang kuat.

Tema yang diangkat bukan sekadar wacana. Kerusakan lingkungan hidup yang menyebabkan penderitaan menggetirkan di berbagai wilayah Indonesia terutama di NTT mulai dari banjir, longsor, hingga kekeringan ekstrem. Dan kebijakan negara dilihat sebagai faktor utama dari kerusakan lingkungan hidup tersebut. Atas nama pembangunan, paradigma ekologi dikesampingkan.

Faktor diataslah menjadi bukti nyata urgensi diskusi ini.

Lingkungan adalah Ibu yang Memberikan Kehidupan

Fr. Smith menekankan bahwa problematik ini krusial untuk selalu dijadikan bahan diskursus. “Ingatan dan kesadaran anak bangsa harus tetap dijaga bahwa lingkungan hidup adalah ibu kita bersama yang memberikan sumber kehidupan,” katanya.

Diskusi Volume 1 ini direncanakan akan berlanjut dengan tema-tema krusial lainnya. (IMPS) Kupang berkomitmen menjadikan forum diskusi sebagai tradisi intelektual mahasiswa Satarmese, membuktikan bahwa kepedulian terhadap isu sosial-ekologi bukanlah sekadar slogan, melainkan gerakan nyata yang dimulai dari ruang-ruang dialog kritis.

Hingga acara berakhir larut malam, semangat diskusi masih terasa menguar di antara peserta yang enggan beranjak, melanjutkan perbincangan ringan sambil menikmati kopi, sebuah pemandangan ideal mahasiswa yang hidup dalam kesadaran akademis dan kepedulian sosial.

 

Vicky Dato