EKOSISTEMWARTA

Ide Jenius Dosen UNIRA, Manfaatkan Limbah Serbuk Keramik untuk Pembuatan Buis Beton

×

Ide Jenius Dosen UNIRA, Manfaatkan Limbah Serbuk Keramik untuk Pembuatan Buis Beton

Sebarkan artikel ini

Fairus Zabadi, ST. MT seorang dosen Universitas Madura (UNIRA) beserta kedua rekannya yang sedang melaksanakan pengabdian masyarakat yang juga merupakan mahasiswa UNIRA melakukan langkah cemerlang dalam memanfaatkan limbah serbuk keramik untuk pembuatan buis beton.

Pada akhir Bulan Oktober 2024, Fairuz beserta kedua rekannya, Agus Ilham Ramadhani dan Khifzi Fuadi Aksan melakukan kerjasama dengan UD. Sumber Makmur Jl. Teja Barat Kabupaten Pamekasan untuk membuat buis beton dari limbah serbuk keramik. Hal ini merupakan ide luar biasa yang sangat ramah lingkungan.

Pemilik UD. Sumber Makmur, Bapak Mukarram (60 Tahun) menyambut baik ide Dosen UNIRA tersebut. Usaha yang sedang beliau kerjakan dan masih berjalan sampai saat ini adalah membuat bahan bangunan seperti paving, bahan cor-coran, dan salah satu produk yang dihasilkan adalah buis beton.

Meskipun pembuatan buis beton ini tidak mudah, Fairuz dan tim berhasil merampungkan pekerjaannya tidak sampai 3 bulan. Pada pertengahan Bulan Desember 2024, kerja kerasnya berhasil dituntaskan.

Berdasarkan observasi dan diskusi yang dilakukan Fairus dengan Mitra UD. Sumber Makmur Jl. Teja Barat Kabupaten Pamekasan, setidaknya ada empat permasalahan yang dihadapi, yaitu :
1. Minimnya jumlah produksi buis beton.
2. Kurangnya pengetahuan mitra terkait bahan tambah limbah serbuk keramik sebagai campuran agregat halus.
3. Kurangnya tenaga kerja pada mitra.
4. Penjualan masih sedikit dan proses pemasarannya hanya area Desa Teja Barat.

Berikut langkah-langkah dalam pembuatan buis beton sebagaimana Fairuz paparkan:
1. Siapkan cetakan buis beton dengan ukuran diameter yang sesuai perencanaan Anda. Letakkan cetakan tersebut di area kerja yang bersih dan terbuka. Jangan lupa untuk memberikan alas di bawahnya agar kualitas buis beton yang dicetak nantinya memiliki mutu yang tinggi. Setelah itu, oleskan oli bekas ke seluruh permukaan bagian dalam cetakan tersebut sehingga buis beton yang sudah tercetak dapat dilepaskan dengan mudah.

2. Pada dasarnya, bahan baku yang dipakai untuk membuat buis beton mirip seperti batako. Anda membutuhkan semen dan pasir dengan perbandingan 1:6. Pasir yang digunakan harus memiliki ukuran yang sangat halus dengan ukuran maksimal 5 mm. Tambahkan limbah serbuk keramik sebagai campuran agregat halus pada pembuatan buis beton. Setelah tercampur secara merata, kedua bahan ini lantas dikentalkan menggunakan air secukupnya lalu diaduk kembali sampai benar-benar merata.

3. Adukan beton yang sudah terbentuk kemudian dimasukkan ke dalam cetakan gorong-gorong. Masukkan adukan ini secara perlahan-lahan ke dalam cetakan. Pastikan kapasitas ruangan di dalam cetakan terisi penuh sehingga buis beton yang dihasilkan nantinya memiliki struktur yang padat serta tidak mudah pecah. Ulangi langkah ini sampai seluruh adukan beton yang telah dibuat sudah masuk ke dalam cetakan. Selanjutnya biarkan adukan beton di cetakan tersebut selama 15-30 menit supaya mengering.

4. Proses pengeringan adukan untuk pembuatan buis beton paling baik dilakukan secara alami dengan mengangin-anginkannya saja. Apabila proses ini dilaksanakan di bawah sinar matahari yang begitu panas maka akan membuat proses pengeringannya terjadi secara mendadak dan tidak merata. Akibatnya buis beton yang dihasilkan pun mempunyai struktur yang pecah-pecah.

5. Setelah waktu tunggu sekitar 15-30 menit berlalu, Anda bisa mengeluarkan hasil cetakan tersebut. Hati-hati saat mengerjakan proses ini sebab kondisi buis beton tadi masih setengah kering sehingga rawan mengalami kerusakan. Setelah berhasil dikeluarkan dari cetakannya, buis beton yang masih setengah basah ini dikeringkan kembali dengan mengangin-anginkannya selama 3-5 hari sehingga kering sempurna. Barulah kemudian buis beton buatan Anda tersebut bisa digunakan.

“Pemanfaatan limbah serbuk keramik sebagai campuran agregat halus dalam pembuatan buis beton ini belum pernah dilakukan di Universitas Madura. Saya memiliki ide ini karena tertarik terhadap pembuatan buis beton yang manfaatnya bisa dirasakan oleh khalayak ramai. Buis beton ini memiliki berbagai macam fungsi sebagai media sumur gali atau saluran pembuangan,” tutup Fairuz.