METRUM.ID – Persatuan Mahasiswa Manggarai Barat (PERMMABAR) Kupang resmi melantik 40 badan pengurus baru di bawah kepemimpinan Gregorius Jehandu dalam sebuah acara penuh semangat dan harapan yang di laksanakan di aula Hotel Wilma Kupang Sabtu (20/12/2025).
Kegiatan bertema “Memperkuat Pergerakan PERMMABAR: Membangun Solidaritas dan Kepemimpinan di Tengah Dinamika Sosial Politik” ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa Manggarai Barat untuk memperkuat persatuan dan peran strategis di tengah dinamika zaman.
PERMMABAR hadir sebagai rumah bersama bagi mahasiswa yang berasal dari Manggarai Barat untuk saling bahu membahu, berbagi pengalaman, dan mengembangkan potensi diri. Lebih dari sekadar organisasi kedaerahan, PERMMABAR menjadi wadah kaderisasi kepemimpinan yang menyiapkan generasi muda Manggarai Barat untuk berkontribusi nyata bagi kampus, daerah, dan bangsa.
Pembentukan pengurus baru ini merupakan langkah strategis untuk merespons tantangan zaman yang semakin kompleks, khususnya dalam dinamika sosial dan politik yang menuntut keterlibatan aktif kaum muda.
Acara pengukuhan berlangsung khidmat dengan rangkaian prosesi yang sarat makna. Salah satu momen paling berkesan adalah pembacaan Torok tradisi lisan Manggarai yang disampaikan oleh Fransiskus Triputra (Asis).
Torok ini mengajak seluruh pengurus yang baru dilantik untuk menjaga keutuhan organisasi dengan penuh tanggung jawab, bekerja tanpa lelah, dan selalu mengingat amanah yang diemban. Fransiskus menegaskan bahwa menjadi pengurus bukan sekadar gelar, melainkan pengabdian yang menuntut dedikasi tinggi, tidak mengenal waktu, tidak mengenal jarak.
Momen torok ini bukan hanya ritual, tetapi pengingat kuat akan akar budaya dan tanggung jawab kolektif yang harus dijaga oleh setiap pengurus PERMMABAR.
Dalam sambutan pelantikannya, Ketua Umum PERMMABAR yang baru, Gregorius Jehandu, menyampaikan visi kepemimpinan yang tegas dan inspiratif. Ia menekankan pentingnya solidaritas internal sebagai fondasi pergerakan organisasi.
“Jadikan PERMMABAR sebagai suara nurani rakyat dan pelita di tengah ketidakadilan. Perjuangan memang berat, namun perubahan besar selalu dimulai dari keberanian kaum muda,” ungkapnya dengan penuh keyakinan.
Gregorius menegaskan bahwa PERMMABAR tidak boleh berjalan di tempat. Organisasi ini harus mampu menjadi garda terdepan dalam menyuarakan aspirasi masyarakat Manggarai Barat, menjadi wadah kritik konstruktif terhadap kebijakan publik, dan menjadi agen perubahan yang nyata di tengah dinamika sosial politik.
Sejumlah tokoh senior dan pembina organisasi turut hadir memberikan dukungan dan nasihat kepada pengurus baru. Mereka mengingatkan bahwa peran mahasiswa dalam dinamika sosial politik sangat krusial, terutama di era yang penuh ketidakpastian dan polarisasi.
Para tokoh menekankan pentingnya mahasiswa Manggarai Barat untuk tetap kritis namun konstruktif, berpikir strategis, dan tidak terjebak dalam pragmatisme politik yang dangkal. Mahasiswa diharapkan menjadi aktor perubahan yang berintegritas, tidak mudah terprovokasi, namun berani menyuarakan kebenaran.
Di tengah dinamika politik yang sering memecah belah, PERMMABAR ingin membuktikan bahwa persatuan berbasis nilai-nilai luhur budaya dan tujuan bersama dapat menjadi kekuatan yang solid. Kepemimpinan yang dibangun bukan kepemimpinan otoriter, melainkan kepemimpinan kolektif yang mengedepankan musyawarah, transparansi, dan akuntabilitas.
Acara pengukuhan ditutup dengan antusiasme tinggi dari seluruh peserta. Para pengurus baru menyatakan siap mengemban amanah dengan penuh tanggung jawab.
Bagi mahasiswa Manggarai Barat, PERMMABAR bukan hanya organisasi, tetapi keluarga besar yang menjadi tempat pulang, belajar, dan tumbuh bersama. Dengan kepemimpinan baru dan semangat yang menyala, PERMMABAR siap menjadi mercusuar bagi mahasiswa Manggarai Barat di perantauan, serta menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan aspirasi dan masa depan yang lebih baik.
Vicky Dato












