PENDIDIKAN

IRO Undana Gelar Pelepasan Sea Teacher Batch 10.2

×

IRO Undana Gelar Pelepasan Sea Teacher Batch 10.2

Sebarkan artikel ini
Rektor Universitas Nusa Cendana, Prof. Dr. Drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc., bersama Wakil Rektor III, Dr. Siprianus Suban Garak, M.Sc., Kepala International Relations Office, Chatarina Behar, serta jajaran pimpinan fakultas dan para peserta SEA Teacher Batch 10.2 Tahun 2025, berfoto bersama usai acara Pre-Departure Briefing dan pelepasan peserta di Aula Lantai 1 Rektorat Undana pada 21 Januari 2025.
Rektor Universitas Nusa Cendana, Prof. Dr. Drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc., bersama Wakil Rektor III, Dr. Siprianus Suban Garak, M.Sc., Kepala International Relations Office, Chatarina Behar, serta jajaran pimpinan fakultas dan para peserta SEA Teacher Batch 10.2 Tahun 2025, berfoto bersama usai acara Pre-Departure Briefing dan pelepasan peserta di Aula Lantai 1 Rektorat Undana pada 21 Januari 2025.

METRUM.ID – International Relations Office (IRO) Universitas Nusa Cendana (Undana) mengadakan kegiatan Pre-Departure Briefing dan pelepasan peserta program SEA Teacher Batch 10.2 pada selasa 21/1/2025 di Aula Lantai 3 Rektorat Undana. Program ini mengirimkan 14 mahasiswa terpilih untuk mengikuti pertukaran calon guru di berbagai universitas mitra di Asia Tenggara.

Hadir dalam acara tersebut Rektor Universitas Nusa Cendana, Prof. Dr. Drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc.; Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Siprianus Suban Garak, M.Sc.; Kepala International Relations Office, Chatarina Behar; Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Prof. Dr. Melkisedek Taneo, M.Si.; Wakil Dekan I, Dr. Damianus D. Samo, M.Pd.; dan Wakil Dekan II, Dr. Jakobis J. Messakh, M.Si.

Dalam sambutannya, Kepala IRO, Chatarina Behar, menjelaskan panduan pelaksanaan program yang akan berlangsung dalam tiga tahap. Tahap pertama bertempat di Capiz State University, Filipina, mulai 22 Januari hingga 21 Februari 2025. Tahap kedua akan berlangsung di Mariano Marcos State University (MMSU), Filipina, dari 22 Februari hingga Maret 2025. Sementara tahap ketiga dilaksanakan di Chiang Rai Rajabhat University (CRRU), Thailand, mulai 7 Februari hingga 6 Maret 2025.

Beliau menambahkan bahwa program ini bertujuan memfasilitasi calon guru dari FKIP untuk terlibat dalam pertukaran internasional. “Mahasiswa akan mengajar di sekolah-sekolah, berbagi pengalaman lintas budaya, dan membawa hal-hal baik yang bisa diterapkan di Indonesia,” ujar Chatarina.

Dekan FKIP, Prof. Dr. Melkisedek Taneo, M.Si., menegaskan bahwa kegiatan SEA Teacher adalah program yang berkelanjutan dan telah memasuki gelombang ke-10. “Anda adalah perwakilan Undana, orang-orang pilihan. Jadilah duta yang membawa nama baik universitas dengan komitmen, kolaborasi, dan kesetiaan dalam menjalankan tugas,” pesannya.

Beliau juga mengingatkan mahasiswa untuk menjaga integritas selama program berlangsung. “Ketika Anda kembali, pengalaman luar biasa ini akan menjadi kebanggaan sepanjang hidup Anda,” tambahnya.

Wakil Rektor III, Dr. Siprianus Suban Garak, M.Sc., menyampaikan bahwa program SEA Teacher merupakan salah satu wujud dari visi Undana sebagai universitas berorientasi global. “Program ini memberikan mahasiswa pengalaman internasional di Filipina dan Thailand, sehingga mereka dapat bersaing secara global,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor Undana, Prof. Dr. Drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc., menekankan bahwa program SEA Teacher sejalan dengan visi Undana untuk menjadi universitas berprestasi di tingkat global. “Ini adalah bagian dari upaya kita mendukung mahasiswa agar menjadi agen perubahan di dunia pendidikan,” katanya.

Proses Seleksi dan Persiapan Peserta
Ibu Santy, dosen program studi Bahasa Inggris Undana yang bertindak sebagai liaison officer, menjelaskan bahwa seleksi mahasiswa dilakukan secara bertahap. “Mahasiswa diseleksi mulai dari tingkat program studi, fakultas, hingga universitas. Fokus utama seleksi adalah kemampuan mengajar dan kefasihan berbahasa Inggris, karena mereka akan menggunakan bahasa Inggris sebagai pengantar di sana,” jelasnya.

Selain itu, mahasiswa juga mendapat pembekalan, termasuk berbagi pengalaman dengan alumni program sebelumnya. “Kami memastikan mereka siap menghadapi kehidupan di lingkungan internasional, baik dari segi kebutuhan sehari-hari maupun budaya,” tambahnya.

Program ini didanai oleh Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) dengan alokasi Rp30 juta per mahasiswa.

Testimoni Peserta dan Alumni
Angela Luknitia Bla, salah satu peserta, mengungkapkan kebahagiaannya. “Saya sangat antusias mengikuti program ini. Awalnya gugup karena budaya yang berbeda, tetapi motivasi dari kakak-kakak alumni membuat saya semakin percaya diri,” katanya.

Mariano Vendu, peserta lain dari program studi Bahasa Inggris, mengaku telah mempersiapkan diri sejak awal kuliah. “Saya terus melatih kemampuan bahasa Inggris dan belajar dari senior yang pernah mengikuti program ini. Tantangan utama nanti adalah beradaptasi di lingkungan baru, tetapi saya yakin pengalaman ini akan meningkatkan kemampuan saya,” ujarnya.

Alan Nikson Mboro, seorang alumni SEA Teacher, menceritakan pengalamannya. “Selain belajar mengajar, saya juga mendapatkan kesempatan memahami budaya dan pariwisata negara lain. Program ini membuka wawasan dan memperkaya pengalaman saya secara akademik maupun pribadi,” katanya.

Program SEA Teacher Batch 10.2 memberikan kesempatan bagi mahasiswa Undana untuk mengembangkan diri, baik secara akademik, budaya, maupun sosial di tingkat internasional. Dengan dukungan penuh dari universitas dan persiapan matang, peserta diharapkan mampu membawa nama baik Undana dan Indonesia di kancah internasional.